Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Kesejarahan Rumah Raffles, Hotel der Nederlanden Hingga Bina Graha

Rumah Raffles, Hotel der Nederlanden Hingga Bina Graha

E-mail Print PDF
HOTEL der Nederlanden boleh jadi hanya diingat oleh sebagian kecil warga asli Jakarta. Sebagian warga lainnya, pernah mendengar tentang keberadaan hotel di Rijswijk (Jalan Veteran) ini, atau bahkan pernah membaca di salah satu buku sejarah Batavia. Hotel der Nederlanden adalah salah satu hotel ternama di Batavia pada abad 19. Hotel ini berdiri di atas tanah yang sangat luas di Rijswijk dan membentang sepanjang jalan di belakangnya, Jalan Medan Merdeka Utara (Koningsplein Noord).

Di sisi barat hotel yang dibangun pada 1794 itu berdiri bangunan yang berfungsi sebagai rumah dinas gubernur jenderal sedangkan bangunan studio fotografi Woodbury & Page ada di sisi sebelah timur dari hotel itu. Hotel itu sudah tak bersisa lagi. Di atas lahan itu dibangun Bina Graha, bekas kantor Presiden RI Soeharto yang berkuasa selama lebih dari 30 tahun.

Pieter Tency, pemilik awal bangunan yang kemudian menjadi Hotel der Nederlanden, semula membangun gedung itu untuk ia tinggal. Kemudian ia menjual gedung itu ke salah satu anggota Dewan Hindia Belanda, WH van Ijsseldijk. Dari tangan Ijsseldijk, bangunan ini kembali berpindah pemilik. Pemilik baru yang membeli bangunan itu pada 1811 tak lain adalah Thomas Stamford Raffles, yang berkuasa di Jawa pada periode 1811-1816.

Dalam buku Batavia in Nineteenth Century Photographs, Scott Merrillees menyebutkan, Raffles kemudian menjual kembali rumah itu ke pemerintah Belanda saat harus hengkang dari Jawa pada 1816. Johannes Petrus Faes, pemilik selanjutnya, mengubah bangunan itu menjadi Hotel Place Royale pada 1840. Pada 1846 barulah Hotel der Nederlanden yang terletak tak jauh dari Sungai Ciliwung (membelah Rijswijk -Noordwijk), diresmikan pada bangunan yang sama.

Sebagai hotel yang dinilai terbaik pada zaman itu di kawasan elit Rijswijk, tampaknya pengelola hotel teledor perihal desain, interior, perlengkapan furnitur di hotel sampai pada posisi kamar tidur yang langsung menghadap galeri. Tamu pria di hotel itu bebas berkeliaran dengan kaki telanjang sambil merokok, penghuni hotel baik pria maupun wanita selalu mengamati pengunjung hotel yang baru datang bagaikan tak pernah melihat manusia lain. Alhasil pengunjung perempuan asal Amerika yang datang di tahun 1890-an menyatakan kecewa menginap di hotel yang disebut bangsa Belanda sebagai hotel terbaik.

Di awal abad 20 bangunan hotel ini dibangun ulang karena kehadiran Hotel des Indes mulai mengambilalih posisi der Nederlanden. Der Nederlanden bertahan hingga 1940-an sebelum kemudian pada 1950-an berganti nama menjadi Hotel Dharma Nirmala selanjutnya menjadi Markas Cakrabirawa. Pada 1969, Ibnu Sutowo berinisiatif membuat Bina Graha di atas lahan bekas hotel dan rumah Raffles itu. Gedung ini berada tak jauh dari Istana Merdeka dan Istana Negara.



Pradaningrum Mijarto
Sumber: http://www.kompas.com/
 

Comments  

 
#1 2011-12-25 07:37
Klo mau tahu hotel dharma nirmala seperti apa, aku ada foto2nya dari
tahun 1958, juga termasuk personil/pegawai nua dulu masih ada
belandanya koq
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 49 guests online

Comments

09-11-2014By dwi
The History of Java - Tho...
bagi yang sedang mencari Buku The History Of Java bagi yang di Jogja bisa datang langsung ke Toko Bu... readmore
04-11-2014By Eunike Yuditha
Berkunjung ke Kelenteng S...
Vihara surga neraka ini sudah menjadi bangunan cagar budaya atau belum? readmore
27-10-2014By My School
23-10-2014By kang tomo
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saat ini saya ada uang kuno seri budaya,sukarno, sudirman,pekerj a lengkap Seri hewan ada gajah,maca... readmore
21-10-2014By Joseph Tanuwijaya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya uang koin Rp.2000,00 seri hewan harimau sumatera tahun 1974.... minat email langsung ke s... readmore
17-10-2014By ally syarif
Melihat Kondisi Kawasan B...
lama kelamaan desa hijauku akan hilan readmore
15-10-2014By Yulianti Arafah
Kejayaan Maritim Nusantar...
Selamat Siang, Nama sy Yulianti, Apakah ada Buku mengenai : "Majapahit Peradaban Maritim dg sub judu... readmore
15-10-2014By JEPRILUMBU
Taman Cinta Sultan Aceh
ARTIKELNYA. SANGAT MEMBANTU PAK.. readmore
10-10-2014By mugirahayu batik
Penetapan Batik sebagai W...
Penetapan batik oleh UNESCO adalah langkah awal budaya nusantara jadi masterpiece. Ngomongin batik, ... readmore
09-10-2014By Musri
Temuan Gua Penguburan di ...
Temuan kerangka paruh burung raksasa, ternyata sama dengan bangkai paus di Selandia Baru yang terlan... readmore
RSS