Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Klasik Kompleks Candi Dieng di Jawa Tengah

Kompleks Candi Dieng di Jawa Tengah

E-mail Print PDF
Dataran Tinggi Dieng terletak di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo Jawa Tengah. Nama Dieng (Diyeng) diperkirkan berasal dari kata "Dihyang" yang berarti tempat Hyang (Dewa). Panorama yang indah dapat dijumpai di lokasi ini, terutama di telaga vulkanik yaitu Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Siterus dan Telaga Balekambang.

Di Dataran Tinggi Dieng dapat dijumpai perkomplekan candi yang banyak jumlahnya. Penamaan candi diambil dari nama wayang yang bersumber dari cerita Baratayuda seperti Candi Puntadewa, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatutkaca dan sebagainya.
Latak bangunan terpencar di beberapa tempat, sebagian ada yang mengelompok dan sebagian lain berdiri sendiri. Kelompok candi yang mengelompok yaitu komplek Percandian Arjuna yang berderet dari utara ke selatan, mulai dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar.

Bangunan candi yang berdiri sendiri misalnya Candi Bima, Candi Gatutkaca, Candi Dwarawatik, Candi Parikesit, Candi Sentyaki, Candi Ontorejo, Candi Samba, Candi Nangkula, Candi Sadewa, Candi Gareng, Candi Petruk dan Candi Bagong.

Bangunan candi di Dataran Tinggi Dieng dikelompokkan dalam kelompok Jawa Tengah Utara termasuk di dalamnya Candi Gedong Songo dan Muncul (Ngempon) yang memiliki ciri berukuran kecil dan diduga berumur lebih tua dibandingkan kelompok Jawa Tengah Selatan seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Sewu, Candi Prambanan, Candi Sukuh, Candi Ceto, Candi Merak, Candi Plaosan dan Candi Sambisari.

Di antara keseluruhan candi di Komplek Percandian Dieng tersebut, terdapat tiga candi yang kini keadaannya masih relatif utuh yaitu Candi Bima, Candi Arjuna dan Candi Gatutkaca.

Candi Bima
Candi yang berukuran 4,93 x 4,34 m dianggap memiliki ciri arsitektur yang berbeda dengan candi lainnya di Indonesia. Candi Bima memiliki bentuk atap yang merupakan perpaduan gaya arsitektur India Utara dan India Selatan. Gaya India Utara tampak pada atap yang berbentuk menara yang meninggi (Sikhara). Sedangkan gaya India Selatan tampak pada bentuk atapnya yang bertingkat dan batur bangunan yang terdiri atas pelipit-pelipit mendatar. Sekain itu adanya menara-menara sudut dan relung-relung bentuk tapal kuda dengan hiasan kudu. Hiasan kudu pada Candi Bdima ini berwujud manusia setengah badan yang melongok keluar dari bilik jendela.

Candi Arjuna
Candi Arjuna berukuran 6 x 6 m dan menghadap ke arah barat. Termasuk dalam kelompok candi Arjuna yaitu Candi Srikandi dan Candi Puntadewa. Keunikan banunan kelompok Arjuna terletak pada bagian tubuh candi yang berbentuk Keben. Pada pintu masuk dan relung-relungnya dihiasi kala makara. Atap candi berbentuk seperti ada pembagian horisontal yang terdiri atas bentuk piramida-piramida jenjang dengan triap sidutnya terdapat menara-menara kecil. Menara kecil tersebut yang memiliki kemiripan dengan gaya arsitektur India Selatan. Ditemukannya prasasti berangka tahun 731 Caka (809 M) di dekat Candi Arjuna dapat menjadi petunjuk pembangunan candi sekitar awal abad IX M

Candi Gatutkaca
Bangunan candi berdenah persegi empat dan terdapat tonjolan pada bagian tengah keempat sisinya. Hiasan ornamental terlihat sangat menonjol dan didominasi oleh pelipit-pelipit halus. Arah hadap candi ke barat disertai pintu masuk bertangga dengan pipi tangga bersayap dan berukir gelung. Terdapat hiasan kala tanpa rahang bawah di atas relung. Bagian atap candi berhiaskan antefik (simbar) dan kepala singa pada setiap sudutnya. Terdapat juga menara-menara kecil di bagian atap paling bawah. Bentuk profil menara-menara tersebut hampir sama dengan profil candi. Atap puncak (mahkota) berbentuk silinder.


Sumber: Brosur Kompleks Candi Dieng SPSP Jateng.
Disarikan kembali oleh: Rochtri A. Bawono
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 32 guests online

Comments

27-01-2015By regina
Tawan Karang, suatu atura...
Aku mohon beritahu apa itu hukum tawang karang? readmore
27-01-2015By regina
Tawan Karang, suatu atura...
Aku mohon beritahu apa itu hukum tawang karang ? readmore
27-01-2015By Salma Nuha Azizah
Prof Stephen Oppenheimer:...
Wah... artikel yang sangat bagus! Aku gak nyangka kalau ternyata udah ada wawancara khusus bareng St... readmore
25-01-2015By dea aoelia
Museum Ronggowarsito Sema...
hallo,saya kemarin habis maen ke sana,koleksiny cukup banyak,ternyata disana banyak pengetahuan yang... readmore
21-01-2015By
Tradisi Penguburan Dalam ...
My family members every time say that I am wasting my time here at net, but I know I am getting fami... readmore
06-01-2015By
Misteri Candi Muara Takus...
Muaro Takusi... Berdekatan dengan wilayah darek (darat) Kerajaan Malayu dan belum dipastikan apakah ... readmore
06-01-2015By
Logo Surabaya Salah Kapra...
Ngomong taek ta!! Ojok garai mumet rek... suroboyo yo suroboyo cok urusono kota seng durung maju kon... readmore
04-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
langsung saja kpd pengelola web ini. saya tidak menemukan alamat/no telp/hp yang bisa dihubungi situ... readmore
03-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
Saya bisa minta no hp saya ingin minta info sarung bahan kayu gaharu.pegangan kayu nagasari untik pa... readmore
31-12-2014By
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punyĆ  uang koin dari tahun 1200an. Yang berminat hubungi 085242200677 readmore
RSS