Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Prasejarah Peninggalan Megalitik Itu

Peninggalan Megalitik Itu

E-mail Print PDF

megalitik_cianjurSitus megalitik Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, disebut-sebut sebagai kompleks megalitik terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas 4.000 meter persegi, selain menjadi kawasan pendidikan, peninggalan prasejarah itu juga berpotensi dikembangkan sebagai lokasi wisata. Sayang, pengelolaan situs itu terkesan seadanya.

Untuk menuju lokasi situs yang terletak sekitar 50 kilometer barat daya Cianjur itu, wisatawan harus melintasi jalan akses yang rusak, bahkan sebagian masih berupa jalan berbatu tajam. Jalan rusak dirasakan sejak pertama kali memasuki akses menuju Gunung Padang, yakni melalui Warungkondang, jika wisatawan berangkat dari Cianjur. Kondisi jalan beraspal yang baik dirasakan setelah tiba di Lampegan.

Namun, sekitar 2 kilometer menuju lokasi situs atau setelah memasuki Desa Karyamukti, wisatawan harus melintasi jalan kampung yang sempit dan berbatu tajam. Ketegangan saat melintasi jalan itu tak ayal membuyarkan kesenangan wisatawan yang sebelumnya menikmati hawa sejuk perkebunan teh, sekitar 8 km menuju situs.

Di lokasi situs ada 10 petugas yang berjaga bergantian. Mereka rata-rata lulusan SMP. Dadi (48), petugas yang merangkap juru kunci situs, cuma lulusan SD. Meski demikian, petugas yang diangkat oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang itu antusias berbagi informasi soal Gunung Padang. Sayang, pengetahuan arkeologi dan kesejarahan Dadi masih kurang. Ia lebih banyak bercerita soal mitos warga sekitar dan kegemaran pengunjung berziarah di situs itu.

Pertama kali menginjakkan kaki di kompleks itu, Dadi langsung menunjukkan mata air yang umurnya setua situs tersebut. ”Warga mengambil air dari sini juga,” ujarnya.

Untuk menuju bagian atas bukit, yang merupakan kompleks utama Gunung Padang, wisatawan harus menaiki 378 anak tangga yang disusun dari balok-balok batu andesit. Saat sampai di atas, wisatawan sudah pasti terperangah melihat jajaran batu yang berdiri dan rebah tersebar di mana-mana. Tak terbayang sebelumnya, Indonesia memiliki peninggalan arkeologi sedemikian dahsyat.

Lima tingkat

Dibangun sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi, situs itu berundak sampai lima tingkat pada ketinggian 885 meter di atas permukaan laut. Kompleks itu menghadap ke arah Gunung Gede. Semakin ke atas, pelataran situs batu itu semakin sempit. Namun, setiap teras memiliki ciri serupa, yakni terdapat kolom-kolom batu yang bentuknya seperti ruangan-ruangan. Pada beberapa bagian ditemui gundukan tanah dan balok-balok batu berdiri di sekelilingnya atau rebah di atasnya.

Pada 1914 arkeolog Belanda, NJ Kroom, pernah meneliti situs itu dan menduga kawasan itu sebagai pekuburan prasejarah lantaran ditemui gundukan tanah di beberapa bagian. Namun, dugaan ini tidak sepenuhnya disetujui arkeolog lain yang menduga kawasan ini adalah tempat peribadatan.

Anggota Masyarakat Geografi Indonesia, T Bachtiar, mengatakan, karena berundak, kuat dugaan situs batu itu adalah lokasi pemujaan. ”Semakin ke atas, tingkat kesuciannya semakin tinggi,” katanya.

Dugaan itu diperkuat dengan melihat orientasi kompleks yang menghadap ke Gunung Gede. Lazim diketahui, gunung pada masa lalu dianggap sakral karena ketinggian dan keindahannya. Konsep serupa, menurut Bachtiar, juga dianut manusia prasejarah di Jawa Barat.

Terlepas dari perbedaan pendapat soal fungsi situs, ada baiknya pemerintah daerah lebih memerhatikan pengelolaan situs. Di sana semestinya ditempatkan petugas yang menguasai informasi kesejarahan dan arkeologi kawasan itu. Perbaikan jalan akses tentu juga menjadi keharusan.

 

 

Oleh: Rini Kustiasih

Sumber: http://cetak.kompas.com
 

Comments  

 
#1 2013-05-08 11:11
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan harus jadi tanggung jawab pemerintah pusat
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 12 guests online

Comments

18-12-2014By admin
Aksara Kaganga, antara Ad...
Untuk Pak Sarijo: silahkan hubungi Bapak Rapanie Igama di Museum Negeri Sumsel atau Bapak Wahyu di B... readmore
16-12-2014By sarijo
Aksara Kaganga, antara Ad...
Aku punya surat ulu yang ada di ruas bambu Bagaimana cara mempelajarinya hingga tau kegunaannya dan ... readmore
16-12-2014By subani harjosoemarto
Sekelumit Jejak, Kyai Sad...
jangan gampang ngomong yang menyesatkan yang ngomong sesat itu belum belajar di dalamnya....... Gust... readmore
13-12-2014By Yanuar Abdullah
Misteri Candi Muara Takus...
Perlu didorong upaya pengungkapan misteri Sriwijaya (Saribijayo) ; Datuk Sibijayo. Disini peradaban ... readmore
30-11-2014By uang kuno
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Bisnis uang kuno memang sangat menarik readmore
30-11-2014By Rifati
Naskah Sunda Kuno Asal Ja...
Om punten boleh minta alamat yg bisa di hubungi untuk meminta data naskah jampang asli dan yg sdh di... readmore
29-11-2014By ayu
Benteng Penyu di Makassar
materi ini sangat membantu saya..... thanks ya........ yg uda buat ini:) readmore
28-11-2014By bayu
26-11-2014By santridanalam
Situs Liyangan Ungkap Mis...
Liyangan tertibun karena Erupsi Sindoro, apa ada data terkait erupsi Sindoro saat itu? Apa bukan eru... readmore
24-11-2014By panji tohjaya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
saya berniat untuk menjual uang dari kerajaan belanda tahun 1617 pecahan 2 1/2 golden yang berminat ... readmore
RSS