Bengkulu, - Pusat Studi Sejarah Bengkulu melakukan penelitian dan pendokumentasian terkait perkembangan, cerita, tempat, dan beberapa situs yang ada di daerah ini.
"Banyak sejarah Bengkulu yang tidak terdokumentasi dengan baik dan ditelusuri hingga menemukan sebuah benang merah sejarah," kata anggota Tim Pusat Studi Sejarah Bengkulu Arafik Tresno, Jumat (12/8/2011).
Ia menambahkan, sebagai contoh ditemukannya ratusan makam kuno di Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu yang tidak mampu didokumentasikan dan ditelusuri kisah sejarahnya oleh pemerintah setempat.
Begitu pula dengan keyakinan beberapa penduduk di Bengkulu yang mengklaim bahwa pusat kerajaan Sriwijaya terletak di perbatasan Bengkulu dan Provinsi Sumsel.
"Bengkulu mempunyai banyak sejarah yang belum terungkap untuk dijadikan sebagai bahan pengetahuan bagi kemajuan peradaban dan sejarah," katanya.
Pengumpulan riwayat Bengkulu, kata dia, akan dilakukan dengan menggunakan metode wawancara bertutur bagi para tetua atau tokoh masyarakat yang memahami. Dilanjutkan dengan pembuktian peninggalan sejarah dan menggunakan data pustaka sebagai bahan pendukung.
Pusat studi sejarah Bengkulu ini berisi mahasiswa, tenaga pengajar di beberapa universitas yang ada di Bengkulu, dan ahli sejarah.
"Kita merupakan lembaga baru dan fokus kita sekarang menggali beberapa sejarah Bengkulu, di antaranya sejarah tulisan suku Rejang, eksplorasi beberapa kerajaan kecil di beberapa catatan sejarah pernah ada di Bengkulu," katanya.
Menurut dia, hasil penelitian akan didokumentasikan dengan cara tulisan, foto, dan film.
Pusat studi ini diharapkan dapat menjadi partner pemerintah daerah dalam menumbuhkan khasanah dan kekayaan sejarah Bengkulu.
Sumber: kompas.com










Comments
saya adalah alumni pendidikan sejarah unimed, saat ini berada di bengkulu, saya ingin sekali bergabung dengan tim pusat study sejarah bengkulu namun saya tidak tahu keberadanya. saya mohon kerjasama untuk menghubungi saya di 081397747732 atau email kusna_tamba@yah oo.com. demi peningkatan situs sejarah kota bengkulu dan meningkatkan kesadaran cinta akan sejarah kota bengkulu.
trims.
RSS feed for comments to this post.