Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Komunitas Vital dalam Pengembangan Kota Tua

Komunitas Vital dalam Pengembangan Kota Tua

E-mail Print PDF

Jakarta, - Direktur Kerja Sama Teknis UNWTO, Harsh Varma, menjelaskan, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan keberhasilan pengembangan kota tua menjadi kawasan wisata tidak hanya tergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah.

"Seperti di negara asal saya, India, justru komunitas lokal yang mengambil peran penuh dalam merevitalisasi kota tua, termasuk pedagang dan pengusaha. Mereka melakukan apa yang bisa dilakukan, dan mengumpulkan dana dari komunitas untuk mendukung kegiatan," katanya, di Jakarta, Senin.

Optimalisasi pemanfaatan kota tua sebagai aset wisata, kata dia, bisa dimulai dari kegiatan-kegiatan praktis yang tidak banyak menguras biaya seperti pembersihan kawasan dan pedestrian, pengecatan bangunan, dan penyediaan pedestrian yang memadai.

"Kalau tempatnya bersih, rapi, nyaman dan lingkungan budaya sekitarnya `hidup` tentu akan banyak orang yang berkunjung. Makin banyak yang berkunjung tentu makin banyak yang berbelanja, ini akan memberi keuntungan bagi masyarakat sekitar," katanya.

Tenaga ahli dari UNWTO Hans Carl Jacobsen mengatakan, keterlibatan komunitas lokal sangat penting dalam pengembangan kota tua menjadi kawasan wisata karena merekalah yang membuat kawasan itu hidup.

"Mereka yang membuat kawasan itu hidup dan lebih menarik untuk dikunjungi. Tanpa mereka, bangunan-bangunan tua itu hanya sekedar bangunan," kata arsitek dan perencana wisata urban itu.

Pemerintah menyiapkan strategi dan rencana aksi baru untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah kota tua di Jakarta menjadi kawasan wisata budaya. Ini terobosan tersendiri di tengah sesak pembangunan fisik Ibukota yang tidak menyisakan apapun berlatar konservasi kesejarahan dan budaya.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, pemerintah mengundang tenaga ahli dari Organisasi Kepariwisataan Dunia (United Nations World Tourism Organization/UNWTO) untuk memberikan masukan dalam penyusunan rencana tersebut.

"Pemerintah pusat melibatkan diri karena ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah DKI Jakarta saja, tapi butuh keteribatan pusat dan komunitas, karena ini masalah kompleks," katanya dalam lokakarya pengembangan kota tua Jakarta.

 

 

Sumber: antaranews.com
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 12 guests online

Comments

10-07-2014By aditya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
maaf admin mau numpang share saya ada uang brazil 10000 ada 3 jika minat PM atau ke no 081703612241 ... readmore
22-06-2014By sigit widodo
Panja RUU Budaya Cari Mas...
Tata nilai budaya yang ada di jogjakarta cukup banyak versinya, salah satunya adalah perikehidupan p... readmore
21-06-2014By GAMALIEL HALAWA
Ditemukan Situs Megalit d...
saya he dak meluruskan sejarah sites megalith diatas saita gAri Tuada ho,yang be nar adalah saitaa g... readmore
10-06-2014By Affan
Logo Surabaya Salah Kapra...
Ini kan cuman masalah simbol atau maskot. sudah banyak sbenarnya yg tau kalau arti sebenarnya adalah... readmore
05-06-2014By dedi damhudi
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya uang kertas thn.1946 nilai 10 sen zaman belanda readmore
04-06-2014By wahyu avay
Bisnis Uang Lama Menguntu...
klo mau uang dengan no seri cantik dan huruf abjad kembar hubungi 081807061708 wahyu readmore
27-05-2014By
Hukuman Mati di Batavia
Ada gak foto Demang Lehman (Pahlawan Banjarmasin) yang dihukum gantung di Martapura Kalimantan Selat... readmore
06-04-2014By
Logo Surabaya Salah Kapra...
Bapak sebaiknya baca buku Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe karya Dukut Imam Widodo. Disitu ada asal mu... readmore
20-03-2014By
Misteri Candi Muara Takus...
Semuanya betul, keterunannya masih ada smpai sekarang, aku keturunan raja-raja. Sriwijaya readmore
20-03-2014By
Misteri Candi Muara Takus...
Benar la, semuanya betul, soalnya aku keturunan pangerannya readmore
RSS