Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Predator Laut Purba Pemangsa Pteranosaurus

Predator Laut Purba Pemangsa Pteranosaurus

E-mail Print PDF

fosil_ikan_memangsa_burung_purba_RhamphorhychusKarlsruhe, - Palaentolog menemukan fosil ikan purba jenis Aspidorhynchus pemangsa pteranosaurus ekor panjang Rhamphorhychus di Bavaria, wilayah selatan Jerman.

Ada lima fosil yang ditemukan dengan prediksi umur sekitar 120 juta tahun. Kelima fosil ikan tampak begitu hidup sebab ditemukan dalam kondisi menggigit mangsanya.

Pada semua fosil, tampak bahwa sayap Rhamphorhychus yang memiliki lebar sekitar 70 cm tengah terletak di dekat mulut Aspidorhynchus yang lebarnya sekitar 65 cm.

Salah satu fosil menunjukkan adanya tulang sayap yang berada di dalam mulut Aspidorhynchus. Pada fosil lain, Rhamphorhychus memiliki ikan di kerongkongannya, menunjukkan bahwa ia dimangsa saat mencari makan.

Menurut ilmuwan, kondisi fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa ikan purba Aspidorhynchus memangsa Rhamphorhychus dalam kondisi hidup, bukan ketika mati mengambang di lautan.

Palaentolog berspekulasi, Aspidorhynchus menyambar Rhamphorhychus saat berada di dekat permukaan laut dan setelah berburu ikan kecil. Aspidorhynchus menarik Rhamphorhychus hingga tenggelam di lautan.

Perilaku ikan memakan burung dan kelelawar masih ada hingga saat ini. Meski demikian, ilmuwan tetap berpendapat bahwa burung bukan makanan ikan yang sebenarnya.

"Ikan kadang tak peduli dengan apa yang mereka makan karena otaknya sama sekali tidak cerdas. Kadang Anda bisa menemukan ikan yang mati karena makan ikan lainnya yang terlalu besar untuk ditelan, dan hal yang sama terjadi pada pteranosaurus," ungkap Eberhard Frey, palaentolog dari State History Musuem di Karlsruhe, Jerman, seperti dikutip Livescience, Jumat (9/3/2012).

Dalam kasus memakan pteranosaurus, ikan akan berjuang keras dalam menelannya. Jaringan pada sayap pteranosaurus terlalu keras dan sayapnya terlalu rapat sehingga menimbulkan masalah pada gigi ikan. Ditambah keharusan bertarung dengan pteranosaurus, ikan justru berpotensi mati lemas.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, Rabu (7/3/2012).

 

 

Sumber: kompas.com
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 140 guests online

Comments

02-10-2014By igo
Sebanyak 177 Benteng di J...
ada daftar tabel Nama Nama bente di pulau jawa ga....? readmore
27-09-2014By harry m sastrakusuma
Kekayaan Ragam Batik Sund...
Terima kasih….kang sepanjang sejarah batik yang ada, insayaallah kita dan generasi muda (pemuda/maha... readmore
24-09-2014By Yabu M
Situs Candi Kimpulan Dire...
Perlu dipublikasikan untuk kepentingan pembelajaran readmore
23-09-2014By nanang
Bisnis Uang Lama Menguntu...
saya ada uag kertas lama nh dari tahun 61 samapai 68 nh kalau ada yg berminat hubungin saya 08535784... readmore
22-09-2014By
Situs Gua Hunian Pra Seja...
Fungsi pada masa sekarang ? readmore
20-09-2014By
Erasmus Gelar Pameran Kar...
Mohon info bagaimana mendapatkan buku itu di indonesia?adakah toko buku impor yg jual? readmore
10-09-2014By
Jejak Mangir, Jejak Pemb...
ada kemungkinan lain tentang kematian ki ageng mangir..karena jika dipikir, meskipun panembahan seno... readmore
07-09-2014By
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Mau jual koleksi uang kuno gambar pak Karno keluaran tahun 1964 nomnal 1.000 dan 100 rupiah readmore
07-09-2014By
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Mau jual koleksi uang kuno gambar pak Karno keluaran tahun 1964 nomnal 1.000 dan 100 rupiah readmore
06-09-2014By
The Elephant Cave (Goa Ga...
hiwassee mental health cleveland tn viagra online st alphonsus medical group readmore
RSS