Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Manusia Pernah Hidup Berdampingan dengan Hewan Purba

Manusia Pernah Hidup Berdampingan dengan Hewan Purba

E-mail Print PDF

Florida, - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa manusia pernah hidup bersama hewan purba raksasa yang saat ini telah punah di akhir zaman es. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Florida, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa 13.000 tahun lalu, penduduk Amerika Utara pernah hidup berdampingan dengan hewan purba seperti mammoth, mastodon, dan kukang tanah raksasa.

Peneliti menganalisis sampel dari 24 tulang manusia dan 48 fosil hewan purba untuk menentukan spesimen. Saat metode analisis elemen Bumi tidak tepat, maka peneliti menggunakan metode penanggalan karbon. Mereka percaya bahwa tulang belulang manusia yang ditemukan di Vero Beach, Florida, tersebut berasal dari 13.000 tahun yang lalu.

“Manusia mungkin mengikuti hewan purba pada zaman itu karena mereka adalah suplai makanan. Hanya itu yang kita tahu untuk saat ini,” papar Profesor Antropologi University of Florida, Barbara Purdy. “Kami tahu secara praktis tentang perilaku mereka saat hidup, bagaimana mereka bertahan, dan berkembang biak,” tambahnya.

“Situs Vero, Florida, menjadi satu-satunya situs yang memiliki data melimpah, berupa tulang manusia yang berhubungan dengan hewan purba,” kata Purdy.

Pemimpin penelitian Bruce MacFadden menambahkan, situs tersebut sangat bersejarah dari segi konteksnya untuk perkembangan arkeologi. Situs tersebut juga awal mula perkembangan masyarakat Amerika. "Penemuan ini membuat kita mengerti sedikit tentang pentingnya kelokalan dan penggunaan teknik baru untuk menjawab pertanyaan yang belum terjawab,” ungkap MacFadden.

Masih banyak peneliti yang tidak percaya adanya kehidupan yang berdampingan antara manusia dan hewan purba. Saat terjadi penemuan fosil pada tahun 1913 dan 1916, ilmuwan yakin bahwa tulang manusia itu berasal dari pemakaman yang baru terjadi. Tidak setua hewan purba yang telah ditemukan. Hal ini terjadi karena tidak adanya metode penanggalan yang bisa digunakan.

 

 

Sumber: nationalgeographic.co.id
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 21 guests online

Comments

08-05-2013By W.Prayitno
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By motheinnaneli
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By admin
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By annita
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By Phai Masiruru T.Puse
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By andi wawan
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By nio
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By prasdiyanto
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
01-04-2013By Uwong
Menelusuri Makna Prasasti...
Minanga = daerahnya orang Minang Jaman dulu = Sumatra Timur, orang minang ngungsi ke Sumatra barat k... readmore
29-03-2013By imunxinter
Situ dan Candi di Kampung...
bila allah mengizinkan ingin rasa'x hati dan mata ini melihat ke masalalu yg penuh perjuangan tentan... readmore
RSS