Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Teori Baru Punahnya Dinosaurus

Teori Baru Punahnya Dinosaurus

E-mail Print PDF

Dari sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti asal Inggris, disimpulkan bahwa gas metana yang dikeluarkan oleh dinosaurus-lah yang menyebabkan punahnya hewan raksasa tersebut. Menurut kalkulasi, makhluk prasejarah itu telah menghembuskan lebih dari 520 juta ton metana per tahun ke udara. Angka ini cukup untuk menghangatkan planet Bumi dan mempercepat kepunahan mereka sendiri.

Sampai saat ini, hantaman asteroid dan aktivitas vulkanik sekitar 65 juta tahun lalu disebut-sebut sebagai penyebab punahnya dinosaurus. Namun, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology tersebut, sauropod raksasa pemakan tanaman merupakan spesies yang dituduh sebagai penyebabnya.

Sebagai gambaran, seekor argentinosaurus berbobot sekitar 90 ton dan memiliki panjang 42 meter, rata-rata mengonsumsi setengah ton tanaman pakis per hari. Dia akan memproduksi banyak metana saat ia menguraikan makanan tersebut di saluran pencernaan, lalu mengeluarkan gas tersebut lewat saluran pembuangan.

Untuk itu, professor Graeme Ruxton dari St. Andrews University, Skotlandia dan peneliti David Wilkinson dari Liverpool John Moores University, coba menghitung seberapa banyak gas rumah kaca yang diproduksi oleh miliaran ekor dinosaurus sepanjang era Mesozoikum yang dimulai 250 juta tahun lalu.

“Menggunakan model matematika sederhana, diketahui bahwa mikroba yang tinggal di dalam tubuh dinosaurus sauropod telah memproduksi metana dalam jumlah yang cukup untuk menghadirkan efek signifikan bagi iklim era Mesozoikum,” kata Wilkinson. “Bahkan, perhitungan kami mengindikasikan bahwa dinosaurus ini menghasilkan metana jauh lebih banyak dibandingkan dengan gabungan seluruh metana yang diproduksi oleh alam dan manusia masa kini,” ucapnya.

Produksi metana para dinosaurus yang mencapai 520 juta ton per tahun sebanding dengan emisi gas rumah kaca produksi alam dan akibat ulah manusia saat ini. Jumlahnya, menurut para peneliti, sekitar 21 kali lebih kuat dibandingkan dengan CO2 dalam memerangkap suhu panas di permukaan Bumi dan menyebabkan perubahan iklim. Sebagai perbandingan, sapi dan hewan-hewan ternak yang ada di seluruh dunia saat ini hanya memproduksi 100 juta ton metana per tahun.

 

 

Sumber: nationalgeographic.co.id
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 67 guests online

Comments

21-05-2013By CANDRAYANUARKURNIAWA
Tawan Karang, suatu atura...
MANA ISI HAK TAWAN KARANG ' readmore
19-05-2013By thoms
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya koin thn 45 dan uang kertas gambar soekarno.. Anda berminat silahkan hub email saya..khus... readmore
08-05-2013By
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
RSS