Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Tenun Sumba Diusulkan ke Unesco Jadi Warisan Dunia

Tenun Sumba Diusulkan ke Unesco Jadi Warisan Dunia

E-mail Print PDF

tenun_sumbaKupang, - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana mengusulkan tenun ikat Sumba sebagai warisan budaya tak benda ke Unesco pada 2013 mendatang. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Wiendu menjelaskan, dipilihnya tenun ikat Sumba untuk diusulkan kepada Unesco karena tenun ini dianggap mewakili tradisi pertenunan Indonesia. Selain itu, tenun ikat Sumba juga memiliki keunikan dan kekhasan pada proses pembuatan yang memakan waktu lama sebab mengandung nilai-nilai spiritual yang tinggi, dan pewarnaan yang menggunakan bahan alami.

"Itulah beberapa alasan mengapa kami pilih tenun ini untuk diusulkan menjadi warisan budaya tak benda kepada Unesco," kata Wiendu.

Pertimbangan lain dari pengusulan ini, kata Wiendu, adalah masih besarnya peluang Unesco untuk menerima. Melalui pengusulan ini, diharap juga dapat mencegah kepunahan tenun ikat Sumba, sekaligus bermanfaat melindungi, melestarikan, mengembangkan, serta mampu memberikan manfaat dari segi pendapatan bagi masyarakat setempat.

Sebagai informasi, tenun dikembangkan oleh suku bangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebagian besar wilayah Indonesia lainnya. Tenun menjadi bagian penting bagi masyarakat NTT karena secara umum dapat berfungsi sebagai pelengkap busana sehari-hari, pada pesta dan ritual adat, mas kawin, sampai benda untuk diberikan kepada tamu kehormatan, maupun dalam acara kematian.

Di luar itu, tenun juga merupakan kegiatan rumah tangga yang bersifat tradisi (turun menurun), kemasyarakatan, dan ekonomi. Seni tenun dilestarikan di setiap klan pada setiap suku bangsa di NTT. Sebagian besar penenun adah wanita di setiap keluarga inti, namun bisa juga laki-laki apabila dalam keluarga inti itu tidak memiliki anak perempuan. Dalam mekanisme transmisi pengetahuan menenun, peran utama dipegang oleh wanita, yakni nenek atau ibu di keluarga inti setiap klan.

 

 

Sumber: tribunnews.com
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 28 guests online

Comments

19-05-2013By thoms
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya koin thn 45 dan uang kertas gambar soekarno.. Anda berminat silahkan hub email saya..khus... readmore
08-05-2013By
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
01-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Minanga = daerahnya orang Minang Jaman dulu = Sumatra Timur, orang minang ngungsi ke Sumatra barat k... readmore
RSS