Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Ketika Gajah Mengerdil dan Kadal Meraksasa

Ketika Gajah Mengerdil dan Kadal Meraksasa

E-mail Print PDF

Mengapa manusia kerdil Homo floresiensis hingga kini hanya ditemukan di Flores? Mengapa pula gajah purba paling kerdil di Indonesia, Stegodon sondaari, juga ditemukan di Flores? Pengerdilan selalu menjadi tema menarik di Flores yang hingga kini belum semuanya terjawab dengan memuaskan.

Tak hanya pengerdilan, ada juga kasus fauna yang justru meraksasa. Mengapa kadal raksasa Varanus komodoensis ditemukan di Flores dan pulau-pulau di sekitarnya dan bahkan hingga kini masih lestari? Tak hanya biawak, tikus Papagomys sp pun di Flores menjadi raksasa.

Fachroel Azis, ahli paleontologi yang pernah memimpin ekskavasi di cekungan Soa, memaparkan pendapatnya soal teori umum biogeografi pulau. Katanya, jika mamalia tinggal di pulau terisolasi, dia akan mengecil. Jika reptil, dia akan membesar.

”Di pulau terisolasi, sumber makanan terbatas. Jadi, kalau dia besar, kan, cepat habis makanannya,” kata Azis. Karena itu, stegodon yang ditemukan di pulau-pulau terisolasi akan lebih kecil dibandingkan dengan stegodon yang ditemukan di Jawa.

Reptil seperti komodo justru jadi besar di pulau karena hampir tak ada predator tandingan. Bahkan, di Flores, gajah purba stegodon adalah mangsa dari komodo.

Di Flores ada stegodon yang kecil (Stegodon sondaari) ada juga yang besar (Stegodon florensis). Namun, jika yang besar itu dibandingkan dengan yang di Jawa (Stegodon trigonocephalus), jelas masih lebih kecil.

Stegodon florensis yang di Liang Bua, sama-sama satu spesies di Flores pun, lebih kecil dari yang di cekungan Soa. ”Itu karena terisolasi lebih lama karena itu diberi nama Stegodon florensis insularis,” tutur Azis.

Geolog dan paleontolog yang mendalami stegodon dari Universitas Wollongong Australia, Gert D van den Bergh, yang saat ini sedang aktif meneliti di cekungan Soa, mengungkapkan, gajah di Flores dulu kerdil sebagai adaptasi kondisi pulau. Di Pulau kecil tak perlu badan besar karena tak ada pemangsa seperti harimau.

”Tak ada gunanya memiliki badan besar di pulau,” kata Gert. Badan besar seperti gajah Afrika mereka bisa keliling 200-300 kilometer untuk mencari makanan. Kalau di pulau, seperti di Flores, jalan 100 kilometer sudah dari ujung ke ujung.

Sifat dari sebuah pulau yang terisolasi adalah miskinnya biodiversitas. Jumlah spesies yang ditemukan di cekungan Soa pun terbatas karena sejak lama Flores adalah sebuah pulau yang terisolasi dari dataran besar. Tidak ada jembatan darat sehingga banyak hewan yang tidak bisa sampai ke Flores.

”Kalau gajah, dia cocok untuk menyeberangi laut karena badan besar sehingga puasa tiga hari tidak akan mati,” papar Gert. Gajah juga tak bisa tenggelam karena tengkoraknya banyak memiliki kantong udara serta memiliki snorkel sehingga bernapas lebih mudah.

Jadi, dalam satu juta tahun, kata Gert, sekali-kali ada gajah yang menyeberang, mungkin karena tsunami. Skenario tsunami ini kuat dugaannya karena banyak satwa endemik lain di Flores yang bukan perenang ulung, seperti komodo, yang ternyata ada di Flores. Sejak zaman es, Flores memang tak pernah tersambung dengan daratan Asia atau Australia.

Uniknya, ketika gajah punah, komodo hingga kini masih lestari walaupun lokasinya makin terbatas. Hingga kini, spesies biawak raksasa ini seolah menolak teori umum biogeografi bahwa di pulau terisolasi, spesies akan mengalami kepunahan yang lebih cepat.

Nyatanya, komodo di Flores justru menemukan rumahnya dan menjadi komodo yang endemik di Flores. Sebaliknya, di tempatnya di daratan yang lebih luas, komodo sudah tak lagi ditemukan secara endemik.

 

 

Sumber: Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas, http: kompas.com
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 55 guests online

Comments

08-05-2013By
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
01-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Minanga = daerahnya orang Minang Jaman dulu = Sumatra Timur, orang minang ngungsi ke Sumatra barat k... readmore
29-03-2013By
Situ dan Candi di Kampung...
bila allah mengizinkan ingin rasa'x hati dan mata ini melihat ke masalalu yg penuh perjuangan tentan... readmore
RSS