Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Pemugaran Candi Ngawen Dilanjutkan

Pemugaran Candi Ngawen Dilanjutkan

E-mail Print PDF

Magelang, - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah melanjutkan pemugaran satu di antara lima bangunan bersejarah di kompleks Candi Ngawen, Kabupaten Magelang, berupa pemasangan kembali batu-batu peninggalan zaman Buddha itu hingga bagian selasar.

"Tahun ini pemugarannya dilanjutkan. Awalnya Tahun 2010 dengan pemasangan plat di bawah fondasi, tetapi kemudian terhenti pada 2011 karena kami harus merelokasi Candi Lumbung (Kecamatan Sawangan, Magelang, red.) yang rawan terkena banjir lahar Gunung Merapi," kata Penanggungjawab Lapangan Petugas BP3 Jateng Wagiyo di Magelang, Kamis.

Lanjutan pemugaran candi kedua di kompleks tersebut di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang itu telah mulai pertengahan Juni dengan rencana selesai akhir 2012.

Sebanyak 15 pekerja lapangan BP3 Jateng terlibat dalam pemugaran tersebut.

Fondasi candi yang dibangun sekitar abad ke-7 itu, sebelumnya ambles hingga kedalaman sekitar 30 centimeter.

Ia mengatakan, luas bangunan candi bagian bawah sekitar 169 meter persegi, sedangkan batu candi yang masih asli dari bagian fondasi hingga selasar sekitar 35 persen dari total 400 batu yang dalam proses pemasangan. Fondasi hingga selasar satu candi itu dengan ketinggian sekitar 2,4 meter.

"Batu-batu tambahan kami ambil dari Desa Petung di Kecamatan Srumbung. Kalau ukuran tinggi yang asli bangunan ini sampai sekarang belum diketahui," katanya.

Ia mengatakan, empat patung berbentuk singa di sudut-sudut candi itu menjadi salah satu kekhasan Candi Ngawen.

"Yang akan kita pasang juga empat patung singa meskipun tidak utuh, hanya bagian badan dan kepala, kalau kakinya sudah hilang. Ada juga satu patung Buddha yang tidak utuh di tengah-tengah candi. Selain itu juga batu-batu dengan beberapa ornamen," katanya.

Ia mengatakan, pemugaran kompleks Candi Ngawen itu melalui prosedur ilmiah untuk kepentingan pelestarian peninggalan bersejarah di desa tersebut.

"Penyelidikan selama ini tidak ada tambahan temuan lagi, sudah banyak batu-batu yang hilang," katanya.

 

 

Sumber: antarajateng.com
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 22 guests online

Comments

21-05-2013By CANDRAYANUARKURNIAWA
Tawan Karang, suatu atura...
MANA ISI HAK TAWAN KARANG ' readmore
19-05-2013By thoms
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya koin thn 45 dan uang kertas gambar soekarno.. Anda berminat silahkan hub email saya..khus... readmore
08-05-2013By
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
RSS