Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Berita Arkeologi Diskusi II: Perkembangan Kasus Trowulan, 14 Maret 2009, 10.20 - 13.15

Diskusi II: Perkembangan Kasus Trowulan, 14 Maret 2009, 10.20 - 13.15

E-mail Print PDF
Joe Marbun (moderator diskusi): Kasus Trowulan sempat mencuat di media selama sebulan pada awal tahun 2009, namun sesudahnya isu ini tak lagi muncul dalam pemberitaan di media, melainkan hanya dalam pembicaraan-pembicaraan internal. Dalam diskusi pagi ini, tim evaluator diharapkan dapat menceritakan perkembangan terakhir kasus ini.

Diskusi menghadirkan pembicara:
1. Bapak Soeroso (mantan Direktur Purbakala, Depbudpar, anggota tim evaluasi) Diharapkan menyampaikan:
• Hasil-hasil di situs trowulan terkait PIM
• Kerusakan-kerusakan akibat PIM
2. Bapak Anam Anis (dari LSM Gotrah Wiwaltikta, anggota tim evaluasi) Diharapkan menyampaikan:
• Mengenai proses pembangunan PIM dari perspektif masyarakat
• Hal-hal perlu yang dilakukan ke depan agar tidak terjadi kasus PIM
3. Bapak Endro (staf BP3 Jatim yang dipindahkan ke Museum Trinil setelah ramai-ramai terjadinya kasus). Diharapkan menyampaikan apa yang sesungguhnya terjadi dalam tubuh birokrasi sebelum Pak Endro dipindahkan.
Undangan yang hadir meliputi Sesditjen Sejarah dan Purbakala Nasional, IAAI (Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia) DIY-JATENG, Forum LSM, LBH Yogyakarta, HIMA (Himpunan Mahasiswa Arkeologi) UGM, Jurusan Arkeologi UGM, Jurusan Sastra Nusantara UGM, Jurusan Sejarah UGM, LSM Gotrah Wilwatikta (Sidoarjo), LSM Arupadhatu, LSM Lestari Kotagede, Universitas Negeri Semarang, LABEL - Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, pers (Tempo, Jurnal Marjinal, Radar Jogja), dan instasi-instansi lain terkait.

Bapak Suroso:
• Sebelum datang ke diskusi, sudah ada dua kesepakatan:
- Hal-hal yang berkaitan dengan disiplin akademis, yang berwenang untuk berbicara adalah Bapak Mundardjito.
- Hal-hal yang lain, yang berwenang untuk berbicara adalah Menteri.
• Bapak Suroso hadir dalam diskusi ini setelah berkonsultasi dengan Pak Mundardjito.
• PIM direncanakan menjadi entry point dari kawasan taman Majapahit yang menghubungkan situs2 arkeologis di trowulan. Menurut penelitian, batas imajiner kota Majapahit (9x11 km2) ditandai dengan tugu/patok/yoni di empat penjuru.
• Permasalahan yang ada di Trowulan meliputi beberapa aspek:
• Sebelum perencanaan, sudah dilakukan perbandingan dengan di luar negeri:
- di Guangzhou, China
- Bangunan museum di China: Museum Terracotta Qin Shi Huang
- Open Site Museum di Brussel.
• Tugas tim evaluasi meliputi:
- apa yang harus diperbaiki sebagai akibat dari kerusakan
- evaluasi arkeologis
- masalah relokasi: apakah situs yang akan dijadikan PIM perlu dipindah atau tetap?
- redesain bangunan PIM (dilombakan)
- penanganan terhadap hasil-hasil yang telah dilakukan oleh rekan-rekan BP3, menyangkut data-data di lapangan.
• Program jangka pendek:
- rehabilitasi, rekonstruksi
- kajian awal
- penyelamatan situs
- penataan siitus
- pemetaan kondisi saat ini
• Program jangka menengah:
- rehabilitasi – pembuatan titik referensi untuk seluruh situs Trowulan
- guideline pelestarian dan pengembangan situs
- Kajian lokasi baru (di Wates,Semplak dan Kinterejo)
- Menentukan lokasi baru – lokasi PIM tidak pindah, tetapi ada pergeseran
- Bentuk tidak bintang, melainkan segi empat dengan luasan yang sama
- Target sekitar 500 kotak dalam PIM dengan luas 2000-2500 m2.
- Target ini harus dilakukan berdasarkan relokasi anggaran yang sudah ada, dengan menetapkan batas-batas mana yang perlu diperhatikan (sistem sel)
- Rancang ulang bentuk yang direncanakan.
- Rancang ulang museum (audo visual, dll), yang memanfaatkan gedung yang sudah ada termasuk kajian terhadap gedung yang sudah ada apakah masih layak atau tidak Juli-Agustus 2009 program jangka menengah sudah dilaksanakan, jadi bulan Maret diharapkan batas-batas sudah ditetapkan.
• Jangka panjang:
- mulai pembangunan (foto-foto tentang perbandingan dengan luar negeri, kerusakan akibat pembangunan makam keluarga seorang mantan pejabat tinggi Jatim di atas sebagian situs kuno di Trowulan)

Joe Marbun:

1. Di situs ada kerusakan apa?
2. Bagaimana proyek yang tidak memenuhi amdal bisa dilaksanakan?

Bapak Suroso

1. (tidak ada jawaban tentang kerusakan situs)
2. Mengenai AMDAL – bahwa tiap-tiap daerah memiliki amdal sendiri-sendiri.

Bapak Anam Anis
Gotrah Wilwatikta merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang bekerja atas dasar idealism, dan selama ini telah bekerja tanpa dukungan dana dari luar. GWT sejak tahun 2004 hingga kini telah mendokumentasikan dan mengadvokasi kerusakan di Trowulan. Yang menjadi keprihatinan GWT, bahwa masyarakat selama ini dianggap sebagai perusak situs, tetapi masyarakat yang bagaimana?
a. Ada sebagian masyarakat yang tidak memahami BCB atau situs.
b. Ada masyarakat yang peduli kepada BCB tetapi tidak memahami perundang-undangan. Ketika laporan ini tidak direspon, golongan masyarakat ini menjadi acuh tak acuh.
c. Ada yang mengerti tentang BCB dan perundang-undangan tetapi sengaja melanggar demi kepentingan ekonomi.
Menurut pandangan GWT, pemerintah selama ini melalui BP3 telah bekerja melindungi warisan budaya di Trowulan, sesuai dengan kapasitas. Namun ketika pembangunan PIM dimulai, baru terjadi persoalan. Hal yang sebaliknya terjadi: sejak munculnya kasus PIM, masyarakat di desa-desa sekitar Trowulan yang dulu “berpartisipasi” dalam pengrusakan, kini turut dalam aktif penyelamatan. (slide, film)

Bapak Endro Waluyo

Menjelaskan tentang kronologi kejadian beliau sebelum beliau dipindahkan ke Museum Trinil.
• 3 November 2008
Peletakan batu pertama. Setelah beberapa waktu ada info bahwa pembangunan menyalahi ketentuan. Ketika Pak Endro mendatangi lokasi, kebetulan pada hari Minggu, lahan ditutup seng dengan tulisan: selain petugas dilarang masuk.
• 25 Nov 2008
Sebagai pegawai BP3, Pak Endro punya wewenang untuk memantau perkembangan proyek dan perkembangan penelitian di situs Trowulan.
• 26 Nov 2008
Pak Endro mendapati adanya barang-barang temuan/sisa-sisa bangunan kuno yang terpendam dalam tanah yang hilang, padahal pada hari sebelumnya masih ada.
• 27 Nov 2008
Pak Endro melapor ke Pak Mundardjito.
• 28 Nov 2008
Perencana pembangunan turun ke lapangan, pembangunan kemudian dihentikan.
• 5 Des 2008
Tim evaluator ke lapangan Setelah 5 desember, tim evaluator vakum, tapi pelaksanaan proyek masih berjalan terus.
• 11 Des 2008
Tim ekskavasi tahap II turun, membuat grid 4x4. Proyek masih berjalan. Catatan: buruh penggali dibayar 12.000 per meter persegi, jadi pekerjaan mereka mengejar target).
• 15 Des 2008
Prof Mundardjito datang. Setelah melihat 2 titik, beliau merasa kecewa. Kemudian kembali ke Jakarta, dan jatuh sakit.
• 31 Des 2008
Dalam apel, Pak Endro dimutasikan ke Trinil, karena “memberikan informasi yang menyebabkan Prof Mundardjito jatuh sakit”.
• 31 Des 2008
Pak Endro kontak ke Prof Mundardjito, dan beliau langsung menurunkan Kompas untuk meliput Trowulan. Selanjutnya RCTI ikut mewawancari Pak Endro (di Trinil).

Catatan: Pak Endro merasa nyaman di Museum Trinil karena melihat ada banyak tantangan untuk pengembangan di sana.


Tanggapan-tanggapan:


Pak Galih,
Arsitektur Brawijaya Malang
Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Pak Anam Anis. Protes kepada para arkeolog, seolah-olah tinggalan purbakala hanya milik arkeolog. Sekarang saat yang paling tepat untuk participatory planning/design dalam hal pelestarian, mendidik masyarakat. Usulan untuk mengadakan pertemuan di Trowulan.
Pak Fahmi,
Arkeologi UGM
Mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Anam Anis. Mengajak pendidikan masyarakat untuk kesadaran arkeologi, misalnya KKN tematik.
Pak Anwar, Arkeologi UNHAS
BCB tidak hanya milik arkeologi, dan Majapahit tidak hanya Jawa atau Trowulan. Kurang enak bila Majapahit hanya dianggap milik Jawa. Mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Anam Anis. Mengusulkan agar penggalian penyelamatan yang dilakukan masyarakat didukung dengan pendidikan agar lebih sesuai dengan kaidah arkeologi.
Mas Agus,
(Alumni Arkeologi UGM, tergabung dalam LSM Lestari, Kotagede)
Melihat ada kesamaan antara yang terjadi di Trowulan, Jawa Timur, di mana masyarakat mengambil batu-batu bata kuno dan menjualnya dengan harga tinggi; dengan yang terjadi di Jatinom sekitar tahun 1980-an. Tidak ada respons dari pemerintah/pihak yang berwenang. Ada ciri yang mencolok mengenai badan-badan pemerintah untuk tidak inovati dalam menyusun anggaran, melainkan cenderung “copy and paste” dari-tahun-ke-tahun.
Mbak Wara,
(UNIBRAW, Malang)
Bagaimana proses perizinan dari kompleks makam keluarga pejabat tinggi Jatim yang baru didirikan di lokasi lain situs Trowulan? (tidak ada jawaban yang konkrit, hal ini berkaitan dengan BPN)
Pak Romli,
(Arkeolog Senior)
Mengusulkan agar lokasi pembangunan PIM dipindahkan.

========================
Kiriman dari: Nurachman Irianto
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 26 guests online

Comments

19-05-2013By thoms
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya koin thn 45 dan uang kertas gambar soekarno.. Anda berminat silahkan hub email saya..khus... readmore
08-05-2013By
Peninggalan Megalitik Itu
bukti bahwa nenek moyang bangsa kita memiliki peradaban yang luhur,untuk pemeliharaan dan perawatan ... readmore
24-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Good design arkeologi.web.id. Offtopic: Can Barcelona beat Bayern Munich in the semi? msi health ins... readmore
16-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Untuk Mbak Anita. Di Museum Ronggowasito belum ada pajangan tentang Ceng Ho atau Sam Po Kong. Sangat... readmore
15-04-2013By
Museum Ronggowarsito Sema...
Assalamualaikum wr.wb Mas Rochtri saya mau nanya apakah di dalam koleksi yang terdapat di museum ini... readmore
10-04-2013By
Makam Penyebar Islam di P...
bagi PEMKOT PALU tolong di perhatikan Makam Beliau yang menyebarkan islam di kota palu readmore
10-04-2013By
Pemeliharaan dan Pelestar...
hingga sekarang ini blum ada uu yg mengatur tentang letak bangunan diareal lingkup cagar budaya itu ... readmore
03-04-2013By
Logo Surabaya Salah Kapra...
wah iki informasi sing bermanfaat. bangga rek, dadi arek suroboyo!! readmore
03-04-2013By
Mengintip Bangunan Makam ...
YTH Bapak Sunarto Nusi Di Tilamuta Sejarah Boalemo merupakan kajian sejarah yang sangat di perlukan ... readmore
01-04-2013By
Menelusuri Makna Prasasti...
Minanga = daerahnya orang Minang Jaman dulu = Sumatra Timur, orang minang ngungsi ke Sumatra barat k... readmore
RSS