Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Epigrafi & Manuskrip Sanur, bukan hanya tempat wisata tetapi memiliki makna arkeologi bagi Bali - page 2

Sanur, bukan hanya tempat wisata tetapi memiliki makna arkeologi bagi Bali - page 2

E-mail Print PDF
Article Index
Sanur, bukan hanya tempat wisata tetapi memiliki makna arkeologi bagi Bali
page 2
All Pages
Sanur, bukan hanya tempat wisata tetapi memiliki makna arkeologi bagi BaliBertitiktolak dari keberadaan Prasasti Blanjong tersebut, mendorong I Wayan Ardika untuk melakukan penelitian secara sistematis di Situs Blanjong tersebut. Penelitian dilakukan pada tahun 1981 dengan metode survei permukaan tanah (teristrial) dengan sistem grid. Hasil temuan yang diperoleh selain Prasasti Blanjong sebagai datum point, temuan lainnya adalah arca ganesa, arca perwujudan, arca terakota, arca binatang, sandaran arca, fragmen kaki arca, lingga, unsur bangunan (umpak, kemuncak, makara, miniatur candi), kereweng lokal dan kereweng asing (Cina, Annam dan Eropa). Sebaran kereweng terpusat kurang lebih 300 m di sebelah barat daya lokasi prasasti Blanjong. Data temuan tersebut jika diinterpretasikan kronologinya diperkirakan antara abad X - XIII M. Pada masa tersebut Situs Blanjong-Sanur merupakan salah satu situs arkeologi yang dianggap penting di Bali. Berdasarkan pada temuan arca dan arsitekturnya, dapat diperkirakan berasal dari masa Majapahit (abad XIII - XV) dan memberi indikasi bahwa situs tersebut berfungsi sebagai situs keagamaan atau religious site. Kondisi tersebut didukung pula oleh keberadaan kereweng yang diinterpretasikan sebagai situs pemukiman atau settlement site (Ardika, 1981 : 10 - 29).

Penelitian lanjutan dilakukan pada tahu 1984 oleh I Gusti Putu Darsana, dkk dengan mengambil metode yang sama yaitu survei permukaan dengan lokasi yang belum diteliti pada tahun sebelumya yaitu sebelah barat daya dengan jarak antara 400 - 800 m dari prasasti Blanjong. Hasil temuan yang diperoleh adalah kereweng lokal berupa fragmen wadah tipe pasu, periuk, kendi, tutup, dan tempayan. Kereweng atau keramik asing yang berhasil ditemukan juga merupakan fragmen wadah tipe mangkuk, piring, tempayan, cangkir, pot bunga, dan botol. Jika melihat dari temuan keramik asing yang berasal dari Cina, Annam, dan Eropa tersebut, maka dapat diketahui kronologi relatifnya yaitu dari masa abad X - XVIII M. Gerabah lokal diperkirakan berasal dari daerah sekitar Sanur yaitu Ubung dan Blahbatuh, sedangkan keramik asing diperoleh lewat jalur perdagangan sehingga diperkirakan Situs Blanjong-Sanur sebagai situs pelabuhan kuno yang berfungsi dari abad X hingga XVIII M (Darsana, dkk, 1984 : 10-21).

Pada tahun 2006 dilakukan ekskavasi oleh Tim Jurusan Arkeologi Universitas Udayana di sebelah selatan Prasasti Blanjong. Ekskavasi tersebut berhasil menemukan fragmen gerabah, fragmen keramik, alat batu, fragmen kerang, dan struktur bangunan. Struktur bangunan dianggap sebagai temuan yang baru di lokasi Situs Blanjong. Struktur ini tersusun dari batu-batu karang dan sebagian batuan vulkanik yang kemungkinan di ambil dari laut atau pesisir pantai karena bentuk karang yang masih bagus dan beragam. Khusus untuk batu vulkanik kemungkinan diambil dari luar kawasan Pantai Sanur karena minimnya sumberdaya khususnya di bentang lahan asal marin atau coasts yang sebagian besar menghasilkan pasir pantai berwarna putih kekuningan dan batuan karang (Tim Jurusan Arkeologi Universitas Udayana, 2006 : 39).

Tahun 2007, Tim Jurusan Arkeologi Universitas Udayana melakukan penggalian di sebelah barat Prasasti Blanjong. Ekskavasi tersebut diikuti juga oleh mahasiswa dari Universitas Laiden di Belanda. Hasil dari ekskavasi tersebut antara lain fragmen gerabah, fragmen keramik, cangkang kerang dan fragmen tulang binatang.

Beragamnya temuan benda-benda arkeologi di Situs Blanjong-Sanur diharapkan dapat menambah informasi lebih banyak mengenai tipe dan karakter situs, sehingga nantinya dapat dibuatkan hipotesa yang berkaitan dengan aktivitas manusia masa lalu.


Ditulis oleh: Rochtri Agung Bawono
photo courtesy: Monumental Bali, AJ Bernet Kempers, 1991 (scan)
ukuran gambar yang lebih besar tersedia di Photo Gallery

 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 24 guests online

Comments

25-01-2015By dea aoelia
Museum Ronggowarsito Sema...
hallo,saya kemarin habis maen ke sana,koleksiny cukup banyak,ternyata disana banyak pengetahuan yang... readmore
21-01-2015By
Tradisi Penguburan Dalam ...
My family members every time say that I am wasting my time here at net, but I know I am getting fami... readmore
06-01-2015By
Misteri Candi Muara Takus...
Muaro Takusi... Berdekatan dengan wilayah darek (darat) Kerajaan Malayu dan belum dipastikan apakah ... readmore
06-01-2015By
Logo Surabaya Salah Kapra...
Ngomong taek ta!! Ojok garai mumet rek... suroboyo yo suroboyo cok urusono kota seng durung maju kon... readmore
04-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
langsung saja kpd pengelola web ini. saya tidak menemukan alamat/no telp/hp yang bisa dihubungi situ... readmore
03-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
Saya bisa minta no hp saya ingin minta info sarung bahan kayu gaharu.pegangan kayu nagasari untik pa... readmore
31-12-2014By
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punyĆ  uang koin dari tahun 1200an. Yang berminat hubungi 085242200677 readmore
18-12-2014By
Aksara Kaganga, antara Ad...
Untuk Pak Sarijo: silahkan hubungi Bapak Rapanie Igama di Museum Negeri Sumsel atau Bapak Wahyu di B... readmore
16-12-2014By
Aksara Kaganga, antara Ad...
Aku punya surat ulu yang ada di ruas bambu Bagaimana cara mempelajarinya hingga tau kegunaannya dan ... readmore
16-12-2014By
Sekelumit Jejak, Kyai Sad...
jangan gampang ngomong yang menyesatkan yang ngomong sesat itu belum belajar di dalamnya....... Gust... readmore
RSS