Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Mitos, Legenda dan Tutur Hikayat dari Bukit Siguntang...

Hikayat dari Bukit Siguntang...

E-mail Print PDF
Kawasan Bukit Siguntang, Palembang, dilihat kasatmata tak tampak seperti sebuah situs penting. Di sana tak berdiri patung, candi, atau arca yang menandakan tempat itu penting, terkecuali sejumlah makam (konon) raja-raja Sriwijaya yang dikeramatkan. Tetapi, siapa sangka, tempat ini pernah dan masih menyita perhatian publik dunia. Bahkan, Duta Besar Yunani untuk Indonesia Charambos Christopoulus, medio 2008 menginjakkan kaki ke tempat ini seusai mendengar kabar Bukit Siguntang adalah tempat Alexander The Great dimakamkan.

Dalam cerita rakyat Melayu, kisah hidup Raja Macedonia ini adalah hikayat Raja Iskandar Zulkarnain atau sering disebut Pangeran Sigentar Alam oleh warga setempat. Meskipun para arkeolog tak menemukan kaitan sejarah di antara kedua kisah ini, Dubes Yunani Charambos telanjur menganggap penting situs yang terletak di ketinggian 26 meter di atas permukaan laut (tertinggi di Palembang) ini.

Bukan hanya Yunani, banyak negara menganggap Siguntang sebagai situs yang sangat penting. Bukit Siguntang menjadi salah satu pusat ziarah umat Buddha yang tak kalah penting dari Borobodur sekalipun. ”Pengunjung dari luar, seperti Tibet, Singapura, dan Thailand, kerap datang dan bersembahyang di sini,” tutur Sulaeman (30), juru kunci Bukit Siguntang, akhir pekan lalu.

Bahkan, tokoh pemuka agama dari Tibet, Rinphoche, pernah mengunjungi tempat ini. Pada abad ke-9, tempat ini merupakan pusat belajar agama para pendeta Buddha. Di zaman Sriwijaya ini, pendeta-pendeta dari wilayah Asia berguru kepada Maha Guru Suvarnadvipa Dharmakirti.

Di tempat ini pula banyak ditemukan peninggalan sejarah yang penting macam arca Buddha Sakyamuni berukuran besar yang mengenakan jubah. Arca ini kini disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang. Sebelumnya, tubuh badan dan kepala arca ini terpisah.

Harus kembalikan
Menurut arkeolog dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, arca ini semestinya dikembalikan ke Bukit Siguntang demi menjaga kelestarian sekaligus kesakralan lokasi situs. Ia menyayangkan pula munculnya sejumlah bangunan pendukung, seperti pelataran istirahat, yang dinilai justru mengganggu keasrian situs.

Tempat ini juga tampak kurang terawat. Jalan menuju lokasi makam dan bangunan tempat sembahyang dipenuhi lumut. Rumput ilalang tumbuh lebat. Atap gedung pun bocor.

”Sudah dua bulan ini belum turun anggaran perawatan. Kami pun tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Sulaeman menjelaskan. ”Kami pernah mengusulkan membangun sendiri bangunan tempat sembahyang, tetapi nyatanya yang dibangun pemerintah jadinya seperti ini,” kata Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Sumsel Darwis Hidayat.



Yulvianus Harjono
Sumber: http://cetak.kompas.com/
 

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 30 guests online

Comments

25-01-2015By dea aoelia
Museum Ronggowarsito Sema...
hallo,saya kemarin habis maen ke sana,koleksiny cukup banyak,ternyata disana banyak pengetahuan yang... readmore
21-01-2015By
Tradisi Penguburan Dalam ...
My family members every time say that I am wasting my time here at net, but I know I am getting fami... readmore
06-01-2015By
Misteri Candi Muara Takus...
Muaro Takusi... Berdekatan dengan wilayah darek (darat) Kerajaan Malayu dan belum dipastikan apakah ... readmore
06-01-2015By
Logo Surabaya Salah Kapra...
Ngomong taek ta!! Ojok garai mumet rek... suroboyo yo suroboyo cok urusono kota seng durung maju kon... readmore
04-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
langsung saja kpd pengelola web ini. saya tidak menemukan alamat/no telp/hp yang bisa dihubungi situ... readmore
03-01-2015By
Kampung pengrajin pendok,...
Saya bisa minta no hp saya ingin minta info sarung bahan kayu gaharu.pegangan kayu nagasari untik pa... readmore
31-12-2014By
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punyà uang koin dari tahun 1200an. Yang berminat hubungi 085242200677 readmore
18-12-2014By
Aksara Kaganga, antara Ad...
Untuk Pak Sarijo: silahkan hubungi Bapak Rapanie Igama di Museum Negeri Sumsel atau Bapak Wahyu di B... readmore
16-12-2014By
Aksara Kaganga, antara Ad...
Aku punya surat ulu yang ada di ruas bambu Bagaimana cara mempelajarinya hingga tau kegunaannya dan ... readmore
16-12-2014By
Sekelumit Jejak, Kyai Sad...
jangan gampang ngomong yang menyesatkan yang ngomong sesat itu belum belajar di dalamnya....... Gust... readmore
RSS