| Users Online |
Guests Online: 7
Members Online: 0
Total Members: 74
Newest Member: van nder
|
|
Welcome to Arkeologi Indonesia - situs arkeologi indonesia terjadul |
Sekilas Info: » MOHON MAAF KEPADA SEGENAP PENGUNJUNG... Karena permasalahan server lama yang tidak dapat diakses (mati total), kami kehilangan banyak file dan data. Bagi narasumber yang masih menyimpan salinan, kami harap berkenan memasukkan kembali ke web ini. Bagi yang sudah sempat mendaftar dan account-nya hilang, silahkan mendaftar kembali. Mohon maaf atas kekurangnyamanannya, kami tunggu karya anda disini. Salam hangat dan jabat erat, Soetomboz - Admin.
Arkeologi Indonesia - situs arkeologi Indonesia terjadul ! Dikatakan "terjadul" (ter-jaman dulu) bukan berarti kami malas atau tak ada waktu untuk mengupdate website, tetapi lebih dikarenakan arkeologi membahas benda, objek dan tempat yang dibuat atau ada sejak jaman dahulu kala. Semakin terjadul suatu objek atau situs arkeologi maka akan memiliki nilai arkeologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan objek atau situs yang terjani (ter-jaman kini).
Walaupun kami lebih memprioritaskan liputan dan informasi terjadul, dalam beberapa kasus misalnya pada sub Etnoarkeologi, mau tak mau kami harus mau membuat tulisan terjani. Hal ini dikarenakan Etnoarkeologi merupakan salah satu cabang dari arkeologi yang membahas arkeologi kekinian alias terjani.
Akhirnya... walaupun belum 100% selesai dan Always Under Construction, kami mengaktipkan versi terbaru website Arkeologi Indonesia Terjadul! Kami selalu terbuka untuk usul/kritik/saran demi perbaikan.
|
|
Artikel Terjani |
Pesona Bau-Bau, di Benteng Terluas di Dunia
Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara sangat identik dengan keberadaan Benteng Keraton Buton yang dikenal sebagai benteng terluas di dunia. Bahkan, orang Buton pada umumnya percaya, jika Anda belum menginjakkan kaki di pulau ini jika belum berkunjung ke Benteng berusia berabad-abad itu. Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter. Bangunannya terdiri atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari agar-agar, sejenis rumput laut. Luas seluruh kompleks keraton yang dikitari benteng meliputi 401.911 meter persegi.
Masa Lalu Cirebon Sebuah Distinasi
SUHU panas dan udara lembab khas kota pantai tidak menyurutkan semangat ribuan orang yang memanjatkan doa, berdzikir dan bersalawat di kompleks permakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Lokasi wisata ziarah di Nusantara ini memang beragam dan menawarkan petualangan spiritual yang tak kalah pentingnya dengan petualangan eksotisme alam. Dan karisma Sunan Gunung Jati ini terbilang mendalam. Tidak kurang setiap harinya ribuan orang berziarah ke makamnya yang sudah berusia enam abad itu.
Menilik Sejarah di Monumen Pancasila Sakti
APAKAH Anda masih ingat sejarah tewasnya tujuh perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) akibat kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI)? Meski kekejaman itu belum terungkap jelas hingga kini, namun Anda tetap bisa menyaksikan beberapa peninggalan atas tragedi 30 September 1965 lalu di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. Monumen Pancasila Sakti adalah salah satu monumen paling bersejarah bagi keutuhan Negara Republik Indonesia yang terletak di Lubang Buaya, Pondok Gede atau dekat dengan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
|
|
Berita Arkeologi |
Sejarah Majapahit Perlu Dikaji Ulang
Beberapa bagian dalam sejarah Majapahit perlu dikaji ulang karena diduga tidak sesuai fakta. Pembacaan ulang sumber-sumber yang ada memberikan informasi adanya kesilapan dalam penggalian sumber-sumber sejarah Majapahit. Kepentingan politik diduga menjadi penyebab munculnya kesilapan itu. Pengajar pada Universitas Hawaii, Prof Uli Kozok, dalam ceramah berjudul ”Meruntuhkan Mitos Adityawarman: Tokoh Penting dalam Sejarah Jawa-Sumatera” di Universitas Negeri Medan di Medan, Selasa (9/3), mengatakan, berdasarkan pembacaan ulang sumber-sumber primer dari sejumlah prasasti dan beberapa kitab, sebaiknya beberapa bagian dari sejarah Majapahit dikaji ulang. Prasasti dan kitab yang menjadi acuan tersebut, antara lain kitab Pararaton, kitab Negarakertagama, dan prasasti pada arca Amoghapasa.
Belasan Bangkai Kapal Kuno di Laut Baltik
Badan Warisan Nasional Swedia menyampaikan belasan bangkai kapal berusia berabad-abad telah ditemukan di Laut Baltik oleh perusahaan gas yang mau membangun pipa bawah laut antara Rusia dan Jerman. Sebagian besar kapal karam itu berasal dari abad ke-18 dan 19. Tiga bangkai kapal masih utuh dalam posisi terbalik di kedalaman 430 kaki (130 meter).
Saung Udjo Bangun Museum Angklung
Saung Angklung Udjo berencana untuk membangun museum angklung pertama di Indonesia dan menargetkan pembangunan fisiknya selesai pada 2011. "Ini sebagai kampanye kami kepada dunia bahwa angklung asalnya dari Indonesia," ujar Direktur Utama Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo, saat peluncuran situs web Saung Angklung Udjo di Bandung, Jawa Barat.
|
|
Pojok Arkeologi |
Sayembara Tebak Usia Mumi
Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh Pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli Paleoantropologinya yang terbaik. Tapi, Pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga zaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif. Makanya Pemerintah mengirimkan seorang aparat yang cukup kredible yaitu komandan intel. |
|
Artikel Terpopuler |
|
|
|
|
|